Rabu, 09 September 2015
Bab III
BAB III
METODE PENELITIAN
A.
|
LINGKUNGAN FISIK RUMAH ;
ü Luas dan kelayakan ventilasi
ü Kelembaban dan keadaan dinding
ü Jenis dan kebersihan lantai
ü Cara pembuangan sampah
ü Kebersihan Kamar mandi
|
|
KEJADIAN
ISPA
( Infeksi Pernafasan Akut )
|
|
hubungan
|
|
Anak usia sekolah; umur,
jenis kelamin, pendidikan, pola asuh, keadaan lingkungan
|
|
Pengaruh
|
![]() |
Gambar 3.1.
Skema Kerangka Konsep
B. Hipotesis
1.
Ada
hubungan yang mempengaruhi antara jenis lantai rumah dengan kejadian Infeksi
Saluran Pernafasan Akut pada anak sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas
Legonkulon Kabupaten Subang.
2.
Ada
hubungan yang mempengaruhi antara kondisi dinding rumah
dengan kejadian kejadian
Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada anak sekolah dasar di wilayah kerja
Puskesmas Legonkulon Kabupaten Subang.
3. Ada hubungan yang mempengaruhi
antara luas ventilasi rumah dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan pada anak sekolah dasar di
wilayah kerja Puskesmas Legonkulon Kabupaten Subang.
4. Ada hubungan yang mempengaruhi
jenis lantai dan kebersihan lantai dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut
sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Legonkulon Kabupaten Subang.
5. Ada hubungan yang mempengaruhi
cara pembuangan sampah dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada anak sekolah dasar di
wilayah kerja Puskesmas Legonkulon Kabupaten Subang.
6. Ada hubungan yang mempengaruhi
kebersihan kamar mandi dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada anak sekolah dasar di
wilayah kerja Puskesmas Legonkulon Kabupaten Subang.
C. Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini
terdiri dari Soeparto , et al. dalam Nursalam (2008)
mendefinisikan variable adalah perilaku atau karakteristik yang memberikan
nilai beda terhadap sesuuatu (benda, manusia dan lain-lain). Variabel
penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau
kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2009)
Variabel pada
penelitian ini adalah variable terikat (dependen) merupakan variable yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat karena adanya variable bebas (Sugiyono, 2009). Dalam penelitian ini hubungan
lingkungan fisik rumah sebagai variable dependen. Variabel intervening
merupakan variable yang diangkat untuk menentukan apakah mempengaruhi hubungan
antara variable bebas dan variable terikat (Nursalam , 2008). Dalam penelitian
ini Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut dipilih sebagai variable
intervening
D. Rancangan Penelitian
1. Jenis
penelitian
Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian analitik,
merupakan suatu penelitian yang mencoba mengetahui mengapa masalah kesehatan
tersebut bisa terjadi, kemudian melakukan analisa hubungan antara factor resiko
( faktor yang mempengaruhi efek) dengan faktor efek (faktor yang di pengaruhi
resiko) Riyanto, 2011, p.28)
2. Pendekatan
waktu dan pengumpulan data
Pendekatan
waktu pengumpulan data dilakukan kurang lebih 1 bulan.
3. Metode
pengumpulan data
Desain penelitian menggunakan desain kasus-kontrol yaitu
dengan metode retrospective study dengan pendekatan kasus kontrol yaitu
penelitian analitik yang bersifat observasional, penelitian ini
merupakan penelitian epidemologis analitik observasional
yang menelaah hubungan antara efek (Lingkungan fisik rumah) tertentu dengan
factor resiko tertentu. Penelitian ini di mulai dari menengidentifikasi pasien dengan
efek penyakit tertentu ( peningkatan kejadian penyakit ISPA) dan kelompok tanpa
efek( dis sebut dengan control ), kemudian secara restropektif di teliti factor resiko yang dapat menerangkan mengapa
kasus terkena efek, sedangkan control tidak. ( Sastroasmoro dan Sofyan. 2010.
P.127)
Penelitian
retrospektif merupakan penelitian untuk mengetahui hubungan yang
menyebabkan kejadian sakit. Adapun skema dari penelitian ini adalah sebagai
berikut ;
|
+
|
|
-
|
|
+
|
|
-
|
|
FR
|
|
FR
|
|
Kasus
|
|
Kontrol
|
|
Populasi
|
Gambar
3.2 Penelitian Retrospektif .
Keterangan :
FR = faktor risiko
- = kondisi fisik
rumah tidak memenuhi syarat
+
= kondisi fisik rumah memenuhi syarat
E. Definisi Operasional
Untuk
dapat melihat secara jelas definisi operasional
dari penelitian ini dapat terlihat pada tabel berikut.
Tabel 1 : Definisi
Operasional
|
Variabel Penelitian
|
Definisi Operasional
|
Cara Ukur
|
Hasil Ukur
|
Skala
|
|
|
|
|
|
F. Populasi dan Sampel
1. Populasi Penelitian
Populasi
adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2012). Populasi dari
penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan dan rawat
inap di Puskesmas Legonkulon Subang dan dinyatakan menderita Infeksi saluran pernafasan
akut. Pada Bulan Juni - Agustus tahun
2015 tercatat sebanyak 99 kasus pada anak usia sekolah 6-12 tahun
2. Sampel Penelitian
Jumlah sampel dihitung dengan rumus sebagai
berikut:
|
P1
|
=
|
(OR)P2
|
|
|
|
|
(OR)P2
|
+ (1
|
−
P2
)
|
|
||
|
|
|
|
|||
n
= Z 21−α
/ 2{1/[P1(1
−
P1)] +1/[P2
(1 − P2
)]} [ln(1 −ε)]2
Keterangan:
n = besar sampel
Z = nilai pada
kurva normal
P1 = proporsi
terpapar pada kelompok kasus
P2 = proporsi
terpapar pada kelompok pembanding (0,01 s/d 0,90)
ε =
presisi/penyimpangan (0,10;0,20;0,30;0,40;0,50) OR
= berkisar antara 1,25 – 4,0
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh jumlah sampel kasus
sebanyak … anak anak usia sekolah penderita ISPA di wilayah kerja Puskesmas
Legonkulon. Jumlah sampel kontrol diambil dari pasien rawat jalan dan rawat
inap di Puskesmas Legonkulon tetapi tidak menderita sakit ISPA yang sama
jumlahnya dengan sampel kasus sebanyak …….anak usia sekolah.
Kriteria inklusi sampel kasus
meliputi:
a.
Anak yang berumur 6 - 12 tahun
b.
Dinyatakan menderita ISPA oleh dokter/petugas paramedis
terlatih.
c.
Berjenis kelamin peremuan dan laki - laki
d.
Bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Legonkulon
Sedangkan kriteria eksklusi sampel kasus adalah anak sekolah
yang berumur kurang dari 12 tahun yang menderita ISPA dan di sertai Syndrom dispepsia.
G. Etika Penelitian
Etika Penelitian merupakan suatu sistem
nilai atau normal yang harus dipatuhi oleh peneliti saat melakukan aktivitas
penelitian yang melibatkan responden (Polit & Hungler).
Penelitian ini telah memenuhi beberapa
prinsip etik, yaitu:
1.
Right
to self determination
Responden diberikan
hak otonomi untuk berpartisipasi atau tidak berpartisipasi dalam
penelitian.Setelah mendapatkan penjelasan dari peneliti yang berisi prosedur
penelitian dan manfaat penelitian,
responden diberikan kesempatan untuk menyetujui atau menolak berpartisipasi
dalam penelitian. Responden juga dapat mengundurkan diri dari penelitian tanpa
konsekuensi apapun.
2.
Informed
Consent
Setelah memperoleh
penjelasan dari peneliti tentang tujuan, manfaat dan prosedur, responden
diberikan lembar persetujuan menjadi responden yang sudah disiapkan sebelumnya
oleh paneliti. Apabila setuju untuk menjadi responden dalam penelitian, maka
responden diminta untuk menandatangani lembar persetujuan tersebut.
3.
Right
to privacy and dignity
Peneliti melindungi
privasi dan martabat responden. Selama penelitian, kerahasiaan dijaga dengan
cara melaksanakan tindakan penjelasan dan persetujuan serta pengambilan data
responden dilakukan peneliti hanya dengan angota kelurga responden tanpa ada
masyarakat dan teteangga lain.
4. Right to anonymity and confidentiality
Data penelitian yang dari responden tidak
disertai dengan identitas responden tetapi hanya dengan kode responden. Data
yang dipeiperoleh dari responden hanya diketahui oleh peneliti dan responden
yang bersangkutan. Pada pengolahan data, analisis dan publikasi dari hasil
penelitian tidak dicantumkan identitas responden.
5. Right to fair treatment
Kedua kelompok penelitian mendapatkan tindakan sanitasi
lingkungan sesuai dengan standar operasional Dinas Kesehatan sehingga para
pasien di masyarakat mendapatkan intervensi pencegahan penyakit menular dan
ISPA
6.
Right to protection from discomfort and harm
Kenyamanan responden dan
risiko dari intervensi yang diberikan selama penelitian tetap dipertimbangkan
dalam penelitian ini. Kenyamanan responden baik fisik, psikologis dan sosial
dipertahankan dengan memberikan pelayanan kesehatan terpadu, support dan reinforcement
positif pada responden
H. Alat Pengumpulan Data
1. Instrumen Penelitian
Penelitian ini menggunakan instrumen
;
a. Alat
ukur penelitian
ü Format
kuisoner
Kuisioner ini adalah untuk mendapatkan
informasi subyek penelitian melalui wawancara.
ü Data
yang dikumpulkan adalah data sekunder dengan melakukan studi dokumen/ arsip
laporan rutin Puskesmas yang ada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten
Subang
ü Sedangkan
data primer diperoleh dengan cara pengamatan/observasi
b. Cara
penelitian
Pewawancara
yang telah dilatih melakukan pengukuran menggunakan kuisioner untuk mengukur
kebiasaan dan hygrometer untuk mengukur suhu dan kelembaban terhadap
kondisi rumah responden dengan mendatangi setiap rumah responden dan juga
dengan melakukan observasi atau pengamatan.
c. Identifikasi
Variabel
a.
Variabel bebas adalah lingkungan fisik
rumah yang meliputi jenis lantai rumah, dinding rumah, ventilasi rumah, Kamar
mandi, dan pekaranagan
b.
Variabel terikat adalah kejadian Infeksi Saluran Pernafasan
Akut
2. Uji validitas
Validitas adalah suatu indek yang menunjukan alat ukur
itu benar-benar mengukur apa yang diukur. Pada penelitian ini uji validitas tidak
dilakukan karena pengukuran intensitas nyeri menggunakan pengukuran yang sudah
baku (Nugroho, 2008)
Reliabilitas adalah
indek yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau
dapat diandalkan. Hal ini berarti menunjukan sejauh mana hasil pengukuran itu
tetap konsisten atau tetap asas bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih
terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan alat ukur yang sama. Pada uji
reabilitas tidak dilakukan karena pengukuran intensitas nyeri berdasarkan teori
yang sudah baku (Nugroho, 2008).
I. Prosedur Pengumpulan Data
1)
Pengolahan
data
ü
Editing
Pada
tahap ini peneliti melakukan pengecekan terhadap data-data yang ada, terutama
dalam kelengkapan data yang dikumpulkan itian. Hal ini dilakukan di lapangan
apabila terdapat data yang meragukan ataupun salah maka dijelaskan lagi ke responden. Data yang sudah
diedit kemudian dikodifikasi.
ü
Coding
Coding
adalah proses mengkonversi
(menerjemahkan) jawaban-jawaban yang terkumpul dari responden ke dalam
kategori-kategori dengan cara memberi kode/tanda berbentuk angka pada
masing-masing jawaban sehingga lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan untuk
keperluan analisis (Nugroho, 2008).Kodifikasi untuk 1 penurunan
intensitas nyeri dan 2 tidak terdapat penurunan intensitas nyeri
ü
Entry data
Memasukan data dengan bantuan
bantuan software komputer sesuai
dengan kodifikasi yang telah dibuat.
ü
Cleaning
Data yang sudah dimasukan dilakukan
pengecekan ulang untuk melihat bila terdapat data yang terlewat atau Missing.
J. Analisis Data
a.
Analisa
data
Analisis data yang dilakukan melalui
program statistik aplikasi komputer melalui 2 jenis analisa statistik yaitu :
1) Analisis
Univariat
Analisis Univariat dilakukanuntuk melihat
gambaran distribusi frekuensi (Arikunto,
2006).
Data
dipesentasikan dengan rumus :
P =
a/b x 100 %
P :
Persen
a :
Jumlah responden yang diamati
b :
Jumlah total responden
Data kemudian dilakukan
interpretasi sebagai berikut :
0 % : Tak seorangpun responden
1-19 % : Sangat sedikit responden
20-39 % :
Sebagian kecil responden
40-59 % :
Sebagian Responden
60-79 % :
Sebagian besar responden
80-99% :
Hampir seluruh responden
100 % : Seluruh responden
2)
Analisis bivariate
Analisis bivariat
dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel
independent dengan variable dependent
dengan mengunakan uji t test. Adapun keputusan uji dari uji t testmenggunakan
rumus yaitu :
thitung = d
S/ √n
Dimana df = n-1
Keterangan
:
d
( debar) :rata-rata selisih/deviasi pengukuran pertama dan kedua
S : standar deviasi dari
nilai d
n : jumlah sampel
xAdapun keputusan uji dari uji t
test yaitu :
1) Jika Statistik Hitung (angka t output)
> Statistik Tabel (tabel t), maka Ho ditolak. Artinya ada pengaruh hubungan
lingkungan fisik terhadap kejadian ISPA pada anak usia sekolah di kelurahan
Legonkulon wilayah kerja UPTD Puskesmas Legonkulon Suabang.
2) Jika Statistik Hitung (angka t output)
< Statistik Tabel (tabel t), maka Ho diterima. Artinya
tidak ada pengaruh hubungan lingkungan fisik terhadap kejadian ISPA pada anak usia
sekolah di kelurahan Legonkulon wilayah kerja UPTD Puskesmas Legonkulon
Suabang.
Langganan:
Postingan (Atom)
